Sifat Kayu

                                                                                                                                   
Kualitas Kayu Jati


Pohon jati (the teak tree) adalah salah satu jenis pohon yang hanya bisa hidup di sekitar Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena pohon ini sangat menyukai iklim tropis basah. Pohon yang juga bernama tectona ini bisa tumbuh hingga 30-40 m. Pohon ini menggugurkan daunnya setiap tahun pada musim kemarau. Usia kehidupan pohon ini tergolong sangat lama, kebanyakan bisa hidup sampai usia 100 tahun!
Getah pohon jati memiliki kandungan minyak yang khas didalam Galih (kambium) yang mampu menahan air dengan kuat. Sehingga hanya sedikit yang menguap  saat fotosintesis. Kandungan itu sendiri mampu melindungi jati dari kebusukan, kerusakan, gangguan serangga dan bakteri. Pada saat yang sama, kombinasi antara kandungan unik ini dengan serat-serat tebal memudahkan untuk memotong jati yang kemudian dipahat sedemikian rupa hingga menjadi bentuk yang indah. Seperti mebel, patung kayu, dan ukiran-ukiran indah lainnya.
Karena karakter ini yang sangat spesial. Tidak pernah ditemukan pada jenis-jenis pohon lain yang memiliki karakter sama. Oleh sebab itu, mengapa selalu menarik menggunakan kayu jati sebagai bahan dasar berbagai macam mebel. Pepohonan ini menempati seluas 220.000 m di Pulau Kalimantan. Ciri-ciri pohon ini adalah daunnya berwarna kemerah-merahan, kulitnya kasar$, dan kambiumnya dari luar kedalam berwarna coklat sampai keemasan gelap
Negara-negara yang memiliki hutan jati adalah Indonesia, Myanmar, Malaysia, Filipina, dan India. Berdasarkan pertimbangan iklim tropis, hutan jati yang paling berkualitas adalah hutan jati yang tumbuh di Kalimantan. Karena Kalimantan adalah hutan hujan tropis yang paling ideal untuk perkembang-biakan pohon jati
                                                                                                                                   
Kualitas Kayu Keruing

Hutan-hutan Indonesia menyimpan aneka flora yang memiliki manfaat baik langsung maupun tidak langsung bagi manusia. Mengenal dan mempelajari flora-flora Hutan Indonesia adalah salah satu cara agar manusia bisa memenfaatkan tumbuhan ini dengan baik dan bijaksana. Salah satu Hasil Hutan Indonesia yang paling banyak memberikan sumbangan adalah hasil kayu, salah satu nya adalah Keruing dari famili Dipterocarpaceae dan Famili ini juga terdapat di Hutan-hutan Kalimantan termasuk Hutan Kalimantan Selatan.


Keruing mempunyai banyak manfaat yaitu:
1. Kayu hasil penebangan Keruing yang sering digunakan untuk Bahan bangunan seperti rumah, pelabuhan.
2. Getah yang dihasilkan oleh pohon keruing bisa digunakan untuk industri cat, kosmetik, kertas dan pewarna dalam industri keramik.
Anakan Pohon Keruing Dipterocarpus
Menurut Cronquist (1981) dalam Dasuki (1991) kedudukan Keruing dalam taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut :
Division : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Theales
Familia : Dipterocarpaceae
Genus : Dipterocarpus
Spesies : Dipterocarpus coriaceus
                                                                                                                                   

Kualitas Kayu Bangkirai
Botanical Name: Shorea lavefolia Endent
Family Name: Diptocarpaceae

Di Indonesia lebih dikenal dengan nama kayu Bangkirai, sdangkan diluar Indonesia lebih dikenal dengan nama Yello Balau atau kadang hanya disebutkan Balau, yang sebenarnya merupakan nama dari Malaysia. Kayu ini hanya ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Pohon
Bangkirai bisa berdiameter hingga 120 cm dan tinggi mencapai 40 meter. Diameter ratarata adalah 70-90cm
Warna Kayu
Kayu berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut Yellow Balau. Perbedaan antara kayu global dan kayu teras cukup jelas, dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru saja dibelah/potong, bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan.
Densitas
Kekerasan kayu Bangkirai cukup tinggi, antara 880-990 kg/m3 pada kekeringan MC 12%. Bahkan bisa mencapai 1050 kg/m3.
Pengeringan
Proses pengeringan Bangkirai dengan suhu normal adalah 12-25 hari. Resiko paling besar adalah kayu melengkung atau bahkan retak pada saat masih di dalam ruang oven.
Proses Mesin
Jenis serat dengan ikatan kuat, proses mesin akan cukup mudah dan halus, namun setelah beberapa jam berada di udara terbuka, serat Bangkirai memiliki kecenderungan terbuka dan melintir sehingga kurang cocok untuk konstruksi yang membutuhkan kestabilan tinggi.
Kegunaan
Namun karena kekerasannya, bangkirai sangat cocok untuk produk decking, outdoor furniturr, konstruksi jembatan, pergola, dan konstruksi berat lainnya
                                                                                                                                   

Kualitas Kayu Kamper


Suku kamfer-kamferan atau Lauraceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut sistem klasifikasi APG II suku ini termasuk ke dalam bangsa Laurales, klad magnoliids.
Ke dalam suku ini termasuk berbagai tumbuhan rempah-rempah berwujud pohon, seperti laurel (salam Eropa), serta kulit manis (Cinnamomum zeylanicum) dan cassia vera (C. burmanii). Kayu beraroma yang dikenal sebagai kayu kamfer/kamper (C. camphora) telah dikenal sejak ribuan tahun sebagai produk ekspor dari Sumatera. Namanya diambil dari korupsi atas nama pelabuhan utama pengirimnya, Barus atau Pancur (orang Arab menyebutnya Fansur). Jenis kayu aromatik lainnya yang diperdagangkan sejak dulu adalah mesoyi, yang serutan kayunya dipakai sebagai campuran ratus. Lauraceae banyak menghasilkan pohon dengan kualitas kayu yang baik.




                                                                                                                                   

Kualitas Kayu Merbau
Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku dan Papua barat kayu ini juga dinamai kayu besi. Di Papua Nugini, kayu ini dikenal sebagai kwila; sedangkan nama-namanya dalam bahasa Inggris mirabow, Moluccan ironwood, Malacca teak, dan lain-lain.

Pohon Berperawakan sedang hingga besar, dapat mencapai tinggi 50 m,dengan batang bebas cabang sekitar 20m dan gemang hingga 160(-250) cm. Dengan banir (akar papan) yang tinggi dan tebal. Pepagan berwarna abu-abu terang atau coklat pucat, halus dengan bintil-bintil kecil lentisel, mengelupas serupa sisik bulat-bulat.

Daun majemuk dengan 2 pasang anak daun, terkecuali daun-daun di ujung yang hanya memiliki sepasang anak daun. Anak daun bundar telur miring tak simetris, 2,5-16,5 × 1,8-11 cm, dengan ujung tumpul atau melekuk dan pangkal membundar, permukaannya gundul dan licin, tulang daun utama berambut panjang di sisi bawah.
Bunga - Bunga terkumpul dalam karangan di ujung (terminal), panjang hingga 10 cm, berambut halus. Mahkota berwarna putih, yang berubah menjadi jambon atau merah; benangsari seluruhnya merah atau ungu. Buah polong, 10-28 × 2-4 cm, berbiji 1-8 butir, hitam dan besar, 2-3,5 × 1,5-3 × 0,7-0,8 cm.
Intsia bijuga kebanyakan tumbuh di daerah pantai, seringkali pada zona di belakang hutan bakau

Sifat-sifat kayu
Kayu teras berwarna kelabu coklat atau kuning coklat sampai coklat merah cerah atau hampir hitam. Kayu gubal berwarna kuning pucat sampai kuning muda, jelas dibedakan dari kayu teras. Merbau memiliki tekstur kayu yang kasar dan merata, dengan arah serat yang kebanyakan lurus. Kayu yang telah diolah memiliki permukaan yang licin dan mengkilap indah.
Kayu merbau termasuk ke dalam golongan kayu berat (BJ 0,63-1,04 pada kadar air 15%) dan kuat (kelas kuat I-II). Kayu ini memiliki penyusutan yang sangat rendah, sehingga tidak mudah menimbulkan cacat apabila dikeringkan. Merbau juga awet: daya tahannya terhadap jamur pelapuk kayu termasuk kelas I dan terhadap rayap kayu kering termasuk kelas II. Kayu merbau termasuk tahan terhadap penggerek laut (teredo), sehingga acap digunakan pula dalam pekerjaan konstruksi perairan.
Merbau termasuk tidak sulit digergaji, dapat diserut dengan mesin sampai halus, diamplas dan dipelitur dengan memuaskan, namun kurang baik untuk dibubut. Kayu ini juga biasanya pecah apabila dipaku, dan dapat menimbulkan noda hitam apabila berhubungan dengan besi atau terkena air.

Pemanfaatan

Merbau terutama dimanfaatkan kayunya, yang biasa digunakan dalam konstruksi berat seperti balok-balok, tiang dan bantalan, di bangunan rumah maupun jembatan. Oleh karena kekuatan, keawetan dan penampilannya yang menarik, sekarang kayu merbau juga dimanfaatkan secara luas untuk pembuatan kusen, pintu dan jendela, lantai parket (parquet flooring), papan-papan dan panel, mebel, badan truk, ukiran dan lain-lain.
Bahan pewarna coklat dan kuning dapat diekstrak dari substansi berminyak yang dikandung oleh kayu dan pepagannya. Pepagan dan daun juga digunakan sebagai bahan obat tradisional.
Pepagan yang mengelupas, ditumbuk dan dicampur dengan buah pinang yang tua, sebagai obat untuk menghentikan murus. Biji-bijinya dibembam dalam arang atau abu panas agar pecah kulitnya, lalu direndam dalam air garam selama 3-4 hari, sebelum direbus dan dimakan.

                                                                                                                                   

Kualitas Kayu Meranti

Meranti merah adalah nama sejenis kayu pertukangan yang populer dalam perdagangan. Berbagai jenis kayu meranti dihasilkan oleh marga Shorea dari suku Dipterocarpaceae.

Sifat-sifat kayu
Meranti merah tergolong kayu keras berbobot ringan sampai berat-sedang. Berat jenisnya (Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Air murni bermassa jenis 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³).berkisar antara 0,3 – 0,86 pada kandungan air 15%. Kayu terasnya berwarna merah muda pucat, merah muda kecoklatan, hingga merah tua atau bahkan merah tua kecoklatan. Berdasarkan
BJnya, kayu ini dibedakan lebih lanjut atas meranti merah muda yang lebih ringan dan meranti merah tua yang lebih berat. Namun terdapat tumpang tindih di antara kedua kelompok ini, sementara jenis-jenis Shorea tertentu terkadang menghasilkan kedua macam kayu itu.

Menurut kekuatannya, jenis-jenis meranti merah dapat digolongkan dalam kelas kuat II-IV; sedangkan keawetannya tergolong dalam kelas III-IV. Kayu ini tidak begitu tahan terhadap pengaruh cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk penggunaan di luar ruangan dan yang bersentuhan dengan tanah. Namun kayu meranti merah cukup mudah diawetkan dengan menggunakan campuran minyak diesel dengan kreoso

Pemanfaatan
Meranti merah merupakan salah satu kayu komersial terpenting di Asia Tenggara. Kayu ini juga yang paling umum dipakai untuk pelbagai keperluan di kawasan Malesia.
Kayu ini lazim dipakai sebagai kayu konstruksi, panil kayu untuk dinding, loteng, sekat ruangan, bahan mebel dan perabot rumahtangga, mainan, peti mati dan lain-lain. Kayu meranti merah-tua yang lebih berat biasa digunakan untuk konstruksi sedang sampai berat, balok, kasau, kusen pintu-pintu dan jendela, papan lantai, geladak jembatan, serta untuk membuat perahu.
Meranti merah baik pula untuk membuat kayu olahan seperti papan partikel, harbor, dan venir untuk kayu lapis. Selain itu, kayu ini cocok untuk dijadikan bubur kayu, bahan pembuatan kertas.

Beberapa jenis meranti merah menghasilkan buah yang mengandung lemak serupa kacang, yang dikenal sebagai tengkawang. Pada musim-musim tertentu setiap beberapa tahun sekali, buah-buah tengkawang ini dihasilkan dalam jumlah yang berlimpah-ruah; musim mana dikenal sebagai musim raya buah-buahan di hutan hujan tropika. Di musim raya seperti itu, masyarakat Dayak di pedalaman Pulau Kalimantan sibuk memanen tengkawang yang berharga tinggi.

Pengolahan
Kayu meranti gampang di olah menjadi produk pertukangan berupa kusen pintu jendela dll,kayu meranti sebagai kayu yang dapat dikerjakan sangat mudah dan halus serat texturnya. Sebagian kayu meranti yang sudah diperdagangkan tidak sesuai dengan standar baku ukurannya, biasanya kami sering mendapatkan ukuran panjang (misal 4 m) tak ada sessuai dengan ukurannya, sehingga menyulitkan bagi pertukangan untuk mengatur kayu dalm pembuatan seperti kusen, pintu dan jendela.Harga kayu meranti yang tak begitu mahal menjadikan pilihan bagi bahan pembuatan matrial kusen, pintu, jendela.
Kayu ini lazim dipakai sebagai kayu konstruksi, panil kayu untuk dinding, loteng, sekat ruangan, bahan mebel dan perabot rumahtangga, mainan, peti mati dan lain-lain. Kayu meranti merah-tua yang lebih berat biasa digunakan untuk konstruksi sedang sampai berat, balok, kasau, kusen pintu-pintu dan jendela, papan lantai, geladak jembatan, serta untuk membuat perahu
Meranti merah baik pula untuk membuat kayu olahan seperti papan partikel, harbor, dan untuk venir kayu lapis. Selain itu, kayu ini cocok untuk dijadikan bubur kayu, bahan pembuatan kertas.
Di samping menghasilkan kayu, hampir semua meranti merah menghasilkan damar, yakni sejenis resin, yang keluar dari batang atau pepagan yang dilukai. Damar keluar dalam bentuk cairan kental berwarna kelabu, yang pada akhirnya akan mengeras dalam warna kekuningan, kemerahan atau kecoklatan, atau lebih gelap lagi
 
blogger analytics